Yuhuuuu,,,,whats up Galauers!!
im back!!! kalee ini gw mw share kisah galau yang gw buat waktu taon 2005 di tengah keheningan malam di usia gw yang saat itu masih 17 taon, lagi ababil ababil nya gitchuuu, jaman masih berseragam putih abu, bawa tas slempang yang dipanjang2in, klo bisa keseret2 tuh tas, wkwkwkwk....dan disaat "galau" belum menjadi kosa kata penting dalam kehidupan abege, gw udah mengalami kegalauan itu, berarti im the pioner huhuuhahahaa...... huhuhahaahaa....... (menggema) entah harus bangga atau miris sebenerna mah... T.T
ga usah berlama-lama lagi, bacalah karangan fiksi ilmiah ini, untuk menambah wawasan kalian dalam membuat praktikum fisika, hafalkan siapa tau keluar di ujian bahasa indonesia besok...ah makin ngacooo, sudah2 monggo dibacaaaaaaa..........
im back!!! kalee ini gw mw share kisah galau yang gw buat waktu taon 2005 di tengah keheningan malam di usia gw yang saat itu masih 17 taon, lagi ababil ababil nya gitchuuu, jaman masih berseragam putih abu, bawa tas slempang yang dipanjang2in, klo bisa keseret2 tuh tas, wkwkwkwk....dan disaat "galau" belum menjadi kosa kata penting dalam kehidupan abege, gw udah mengalami kegalauan itu, berarti im the pioner huhuuhahahaa...... huhuhahaahaa....... (menggema) entah harus bangga atau miris sebenerna mah... T.T
ga usah berlama-lama lagi, bacalah karangan fiksi ilmiah ini, untuk menambah wawasan kalian dalam membuat praktikum fisika, hafalkan siapa tau keluar di ujian bahasa indonesia besok...ah makin ngacooo, sudah2 monggo dibacaaaaaaa..........
Kisah ini dimulai dengan pertemuan Amon Ra dan Gea yang bertemu saat Gea berusia 10 tahun dan sang Amon Ra itu 12 tahun, berarti sekitar 7 tahun yang lalu. Mereka adalah teman bermain sejak kecil, karena kedua orang tua mereka adalah sahabat. Pada mulanya mereka bermain selayaknya teman, bahkan seperti adik kakak, sang Amon Ra juga memiliki seorang adik , tapi Amon Ra itu memperlakukan adiknya dan Gea secara berbeda, ia lebih memperhatikan sang Gea, sulit membedakan mana adik sebenarnya? dan karena perhatian berlebih itulah muncul tragedi! Karena kebersamaan terus menerus yang terbina sejak kecil munculah benih-benih cinta terlarang yang dirasakan oleh sang Gea, mereka sangat dekat sekali sampai kemanapun selalu bersama, tidur, bercanda, melihat kembang api, dan terkadang sang Amon Ra memainkan alat musik dan bernyanyi untuk sang Gea. Siapa yang tahan dengan godaan dan perhatian berlebih seperti ini? Gea berusaha memendam perasaannya, ia tidak yakin sang Amon Ra memiliki perasaan yang sama walaupun kebaikan sang Amon Ra itu sangat terlihat, ia masih belum dapat membedakan antara perhatian kepada adik atau kekasih. Pada saat mereka berdua beranjak dewasa kedekatan mereka terhalang oleh rasa iri dan cemburu sang adik yang asli dan keadaan yang tidak memungkinkan mereka untuk bersama. Perasaan sayang sang Gea pun terbentur oleh masa pubertas yang dialami oleh sang Amon Ra. Sang Amon Ra mulai terlena dalam dunianya sendiri, dunia laki-laki! Seiring bertambahnya usia, akhirnya tiba waktunya mereka tidak dapat lagi seperti dulu. Sang Amon Ra mungkin tidak menyadari bahwa jarak mereka kian lama kian jauh sampai membuat jurang pemisah yang tidak sanggup dilalui. Persoalan individu mulai tampak, karena berasal dari keluarga broken home sang Amon Ra terlibat masalah ibu tiri, rumah baru, dan adik tiri yang baru! Seringnya sang Gea menangis dan meratap atas kejadian yang terjadi membuat keberaniannya muncul, sang Gea memutuskan untuk mengutarakan perasaannya yang telah 5 tahun ia pendam pada sang pujaan hati, dengan keberanian kecil itu ia menyatakan perasaannya melalui kecanggihan elektronik, berharap cemas, kata demi kata dirangkai dengan harapan sang Amon Ra akan menyadari betapa besarnya cinta yang ia miliki, berharap kisah indah akan segera dimulai sang Gea mengirimkan suara hatinya itu! Mimpi tinggalah mimpi, yang terjadi bukan kisah kasih happy ending story namun sebaliknya, jurang pemisah itu semakin melebar dan membuat sang Gea terperosok dalam kesedihan yang harus ditanggungnya sendiri, jurang pemisah itu terpenuhi oleh air mata sang Gea yang menjadikannya lautan tanpa batas. Kisah kasih selama 5 tahun hancur berkeping-keping di depan matanya, sang Amon Ra pun bahkan menjadi sangat jauh dan bersikap layaknya tidak pernah mengenal sang Gea sebelumnya. Setiap kali bertemu bukan lagi canda tawa dan perasaan berbunga yang dirasakan mereka namun menjadi gurun pasir yang dingin dan menusuk setiap penjuru hati. Sang Gea tenggelam dalam penyesalan atas rasa cintanya sendiri. Seandainya saat itu tidak ada keberanian untuk menyatakan rasa hati pastinya tidak akan terjadi hal seperti kini. Itulah kata-kata yang muncul setiap kali sang Gea mulai teringat sang Amon Ra. Sejak saat itu ia memutuskan untuk hidup dengan menyayat kenangan indah bersama sang Amon Ra yang selama ini tumbuh subur dalam taman hatinya. Life must go on! Itulah yang kini ia pikirkan. Untungnya sang Gea tidak berpikiran pendek.
Hari terus berlalu, seminggu, sebulan, setahun, sang Gea berpikir ia siap membuka hatinya untuk seorang yang baru. Hubungan cinta mulai ia jalani, sang Gea dapat tersenyum lagi dengan cinta barunya, sayang hal itu hanya bertahan selama 3 bulan pertama, bulan-bulan berikutnya diisi dengan hancur hati dan pertengkaran yang kian meruncing, dan karena bayangan sang Amon Ra ternyata tak mampu hilang, semakin dikikis semakin jelas kenangannya, sang Gea tahu ternyata cinta pertamanya itu sulit dipungkiri, apalagi dengan cinta baru itu godaan cinta pertama itu semakin sering nampak. Sampai akhirnya tak tahan dengan keadaan itu sang Gea memutuskan mengakhiri hubungan yang dibangun di atas dasar kehancuran hati. Setelah kejadian itu sang Gea menjadi yakin walaupun hanya ada 0,01% harapan dengan cinta pertamanya itu, ia akan berusaha mendapatkan kebahagiaan cinta dengan 0,01% yang tersisa itu. Kini sang Gea sudah berusia hampir 17 tahun sang Amon Ra pun sudah 19 tahun dan semakin jauh. Dengan kedewasaan yang dimiliki sang Amon Ra ia mulai dapat bersikap layaknya terhadap teman lama yang pernah ada dalam bagian kecil hidupnya di waktu lampau. Senyuman yang mungkin dipaksakan mulai dapat terlihat dari balik bibir yang dingin itu. Dengan keadaannya kini sang Gea tidak pernah menyesal bahwa ia pernah mencintai sang Amon Ra yang kini menjadi sedingin batu kutub. Rasa ingin menyerah, kekecewaan, kebencian yang pernah terbersit di benaknya terisi kembali dengan cinta. Walaupun sulit untuk mengeringkan lautan yang sudah terlanjur tercipta di antara mereka setidaknya dapat dibangun jembatan yang menyatukan hatinya dan hati sang Amon Ra. Sesulit apapun masalah yang dihadapi pasti ada jalan keluarnya. Kini 7 tahun sudah berlalu semenjak masa- masa sulit itu terjadi. Sang Gea masih tetap setia mencintai dan menantikan sang Amon Ra yang mungkin akan kembali ke sisinya atau bahkan harus menjadi milik yang lain. Sang Gea hanya ingin sang Amon Ra mendapat kebahagiaan. Kebahagiaan sang Amon Ra adalah kebahagiaannya juga. Walau harus hancur berkeping lagi karena terkena panasnya pancaran sang Amon Ra tapi sang Gea akan menanti kepulangan sang Amon Ra yang tidak pernah beranjak dari hatinya semenjak 7 tahun yang lalu. Sang Gea kini berjanji jika Tuhan berkehendak mempertemukan dirinya dengan sang Amon Ra ia akan mengatakannya:
Kumohon, kembalilah seperti dirimu 7 tahun yang lalu !
Sekarang aku akan mengatakan lagi isi hatiku, aku mengatakan hal ini bukan untuk menunggu dengan harapan kosong, tetesan air mata, dan kebekuan sikapmu lagi. Ku harap apa yang kukatakan akan menjelaskan perasaanku padamu. Aku menyayangimu lebih dari dulu, aku menyayangimu sebegai seorang lelaki. Aku tak pernah berharap kata-kata dari hatiku ini ternyata membuat hubungan indah yang telah ada sebelumnya menjadi berantakan seperti saat ini. Sekarang aku minta jawabanmu, berikan jawaban yang tegas, jika kau tolak aku, aku akan mundur dan berhenti menyukaimu. Aku tak sanggup menunggu lagi, 7 tahun sangat pahit dengan harapan kosong. Kuharap seandainya kita tak dapat menjadi sepasang kekasih kita masih bisa jadi saudara seperti 7 tahun yang lalu kan?, kumohon jangan biarkan kebekuan ini terus berlanjut. Biarkan aku mengisi posisi adik kesayanganmu seperti dulu atau paling tidak seorang teman?
Bolehkah aku minta jawaban darimu?
Akankah sang Amon Ra mendengar rintihan hati sang Gea? Memberikan jawaban yang dimintanya? Saat ini sang Gea pun belum mengetahuinya, seandainya waktu mendengarnya, tolong kabulkan permintaan sang Gea yang tengah bimbang ini! Biarkan penderitaan itu berlalu dari hatinya. 7 tahun penantian, 7 tahun rasa rindu, 7 tahun penuh air mata! Apakah sang Amon Ra dan sang Gea tidak bisa bersatu?
Kisah ini ditutup dengan kehampaan yang masih belum ada jawabannya, saat waktu mengabulkan permintaan sang Gea pasti sang Gea akan menuangkan kegundahan hatinya dalam sebuah kisah lagi, entah kisah happy ending, sad ending atau mungkin never ending story. Pasti sang Gea akan bercerita kembali, karena sang Gea adalah ‘aku’
*********
Kisah ini ditulis untuk menjadikan peringatan cinta bagiku dan dirinya. Kisah ini ditulis untuk seorang koko, sahabat, sumber inspirasi, sumber segala kesedihan dalam hatiku dan cinta pertamaku, Koko Lee.
Aku berharap dengan dibuatnya kisah ini, aku dan koko bisa terus bersama walau hanya dalam mimpi atau dalam dunia lain selain dunia yang kami tempati ini.
Dengan penuh cinta, ku persembahkan kisah ini pada yang terkasih dan pada jiwaku.
Dengan cinta dan air mata,
(11 January 2005, 20.30 pm)
sudahkah dibaca galauers?? jijik? pengen muntah? pengen nangis? pengen ngebenturin jidat
ke tembok? hahahahhahahahaha, jangan ah...sakit boooo.. cupu ya? Maklum namanya juga
kisah kasih anak remaja *diiringi lagu “malu aku malu ada semut merah”* yah moga2 aja
terhibur, kalo tambah galau, maap2 aja bo, saat ini waktunya #penggalauanmassal
seh, heheheheeee…..
akhir kata…chemungudh eeeaaaa galauers!!! Still galau still me!
~Kitsune_SilumanGalau~
~Kitsune_SilumanGalau~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar